Robot Argus Berkaki 20 Diklaim Punya Desain Paling Sempurna di Dunia

Robot Argus ciptaan Universitas Duke punya 20 kaki dan bisa bergerak ke segala arah tanpa harus berputar. Simak fakta unik desain robot yang disebut paling sempurna ini.
Robot 20 Kaki Argus, Bentuk Paling Sempurna Versi Duke | Telset.id
Selama ini, kebanyakan robot dirancang meniru bentuk manusia, anjing, atau serangga.
Namun, tim peneliti dari Universitas Duke justru punya pandangan berbeda soal bagaimana seharusnya robot masa depan dibentuk.
Mereka menciptakan robot unik bernama Argus, yang bentuknya sama sekali tidak menyerupai makhluk hidup mana pun di Bumi.
Video pergerakannya sempat viral di Instagram dan X karena caranya bergerak yang terlihat begitu asing bagi kebanyakan orang.

Bentuk Bulat Tanpa Depan atau Belakang

Argus punya bentuk bulat menyerupai bola, dengan 20 kaki teleskopik yang mencuat ke segala arah dari inti pusatnya.
Nama Argus sendiri diambil dari sosok raksasa bermata banyak dalam mitologi Yunani, sesuai dengan kemampuan uniknya.
Setiap kaki dilengkapi kamera sensor kedalaman, memberikan Argus pandangan hampir 360 derajat ke segala penjuru.
Yang membuatnya benar-benar berbeda, robot ini sama sekali tidak punya sisi depan, belakang, atas, maupun bawah yang tetap.

Konsep Isotropi Dinamis yang Jadi Kunci Utama

Untuk mengukur kesempurnaan gerak Argus, tim peneliti mengembangkan standar penilaian baru bernama isotropi dinamis.
Standar ini mengukur seberapa seragam sebuah robot dapat berakselerasi ke segala arah, dengan skala penilaian dari 0 hingga 1.
Kebanyakan robot modern saat ini, termasuk robot humanoid dan drone canggih sekalipun, biasanya hanya meraih skor di bawah 0,6 pada skala tersebut.
Argus berhasil mencatatkan skor mengejutkan sebesar 0,91, angka yang nyaris mendekati batas teoretis maksimal.

Diuji di Medan Paling Menantang

Ketangguhan Argus tidak hanya sebatas teori di atas kertas semata.
Tim peneliti menguji langsung robot ini di berbagai medan menantang di area kampus Duke, mulai dari hutan, pasir, tanah becek, hingga permukaan beton kasar.
Argus terbukti mampu melintasi rintangan setinggi hingga 12 sentimeter tanpa kesulitan berarti.
Bahkan setelah tiga dari dua puluh kakinya mengalami kerusakan, robot ini tetap mampu bergerak dan menjaga keseimbangannya dengan baik.

Bisa Memanjat Dinding hingga Mendorong Beban Berat

Kemampuan Argus ternyata tidak berhenti sekadar berjalan di berbagai medan.
Robot ini juga terbukti mampu memanjat celah sempit antar dinding dengan cara bergantian menggunakan sebagian kakinya sebagai penopang.
Selain itu, Argus sanggup membawa beban seberat sekitar 4,5 kilogram sambil tetap menjaga kecepatan dan keseimbangan gerakannya.
Dalam salah satu pengujian, robot ini bahkan berhasil mendorong kubus besar sambil terus menggelinding, menunjukkan koordinasi persepsi dan gerak yang sangat presisi.

Kenapa Pendekatan Ini Penting untuk Masa Depan Robotika?

Menurut Boyuan Chen, profesor teknik yang memimpin proyek ini, robot tidak harus meniru bentuk makhluk hidup agar bisa berfungsi optimal.
Sebagaimana dijelaskan dalam laporan [Duke Pratt School of Engineering], justru dengan melepaskan diri dari bentuk biologis konvensional, sebuah robot bisa mencapai kemampuan gerak yang jauh lebih efisien ke segala arah.
Prinsip desain ini diharapkan bisa memandu pengembangan robot penyelamat, kendaraan bawah air, hingga tangan robotik generasi mendatang.
Hasil penelitian lengkap soal Argus sendiri telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Science Robotics.

Kesimpulan

Argus membuktikan bahwa terobosan besar dalam dunia teknologi tidak selalu harus meniru apa yang sudah ada di alam.
Dengan desain yang benar-benar di luar kebiasaan, robot berkaki 20 ini berpotensi mengubah cara pandang para insinyur dalam merancang mesin masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *